MELEBUR KAN DIRI DENGAN ALLOH

 Assalamu'alaikum wrwb,

Bismillah,


#Meleburkan Diri Dgn Allah.


Pemahaman didlm nama ALLAH itu sebenarnya adlh Dzat, Sifat, Asma' dan Af'al, sebab pd lafadz Allah itu adlh sebagai berikut :

- Huruf (Alif) pd kalimah Allah itu masuk pd Dzat,

- Huruf (Lam awal) pd kalimah Allah itu masuk pd Sifat,

- Huruf (Lam akhir) pd kalimah Allah itu masuk pd Asma'

- Dan Huruf (Ha) pd kalimah Allah itu masuk pd Af'al, mk itulah yg bernama Allah.


Jika memang diri itu Hayat (Ruh), hendaknya kita jangan berhenti pd Ruh saja, akan tetapi teruskan dan tembuskan pandanganmu itu kpd Hal dan Sifat Allah Ta'ala.

Sekiranya pandanganmu itu berhenti hanya kpd Nyawa saja, mk sesungguhnya kita salah dlm memahami pernyataan bahwa Diri itu Ruh.


- Sebab Tatkala Ia Nasab bagi sekalian Tubuh, Nyawa namanya,

- Tatkala Ia keluar masuk Nafas namanya,

- Tatkala Ia berkehendak Hati namanya,

- Tatkala Ia percaya akan sesuatu Iman namanya,

- Dan Tatkala Ia dapat memperbuat sesuatu Akal namanya.


Pohon Akal itu adlh Ilmu, inilah jalannya dan inilah yg disebut se-benar2nya Diri. Jika demikian adanya mk dapat dikatakan bahwa sekarang ini kita hanya bertubuhkan Ruh se-mata2.

Mengapa demikian ?


Kita disini sdh Fana Dzahir dan Bathin kepada Ruh, disini jangan diartikan bahwa kita yg memfanakan Diri, akan tetapi Fana itu dari Allah jua adanya, sedangkan kata Kita itu pun sdh lebur ke dlm Fana itu sendiri.

Itu sebabnya jika ada orang yg mengatakan telah dapat dan mampu memfanakan Diri akan tetapi Ia sendiri tdk tau dan tdk kenal akan DiriNya, mk sesungguhnya itu omong kosong dan bohong besar, mengapa demikian ?


Sebab jika seseorang itu tdk tau atau kenal siapa Dirinya yg sesungguhnya, mk mau di-Fana-kan kemana dirinya itu ?


Nyawa itu adlh Nur Muhammad,

Nur Muhammad itu adlh Sifat,

dan Sifat itulah Hayat.


Akan tetapi ingat olehmu bahwasannya Ruh itu bukan Tuhan, tetapi tiada lain dari pd Tuhan, asalkan saja diteruskan kpd Dzat dan Sifat.

Jika ini dapat dipahami, mk jangan kamu cari lagi akan Ia, karena bila dicari lagi bukannya semakin dekat akan tetapi malah semakin jauh.


Siapa saja yg telah sampai pd Maqom ini, pastilah Ia tdk akan mau mengatakan kata2 Syariat, Thariqot, Hakikat, Ma'rifat dan,

- Ahli Syariat tdk bersyariat lagi,

- Ahli Thariqot tdk berthariqot lagi,

- Ahli Hakikat tdk berhakikat lagi,

- Ahli Ma'rifat tdk berma'rifat lagi,

silahkan direnungkan.


Seseorang yg sampai kpd Tuhan, Ia tdk tahu lagi akan Dirinya dan tdk tahu lagi siapa Tuhan-Nya. Emas, Pasir , Syurga,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHOLAWAT PANCER LANGIT

DOA IKHTIAR TERAKHIR

NAFAS , ANFAS , TANAFFAS DAN NUFUS