Mengenal diri
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
*JEJAK ALAMAT SURGA YANG TERLIHAT DI DUNIA*
Ada yang tau *LOGIKA NALAR ALAMAT SURGA ITU ADA DIMANA????*
Bahkan surga itu *BISA DITEMUKAN DIDUNIA INI*....
*SURGA ADA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU*, maksudnya???
Kalimat itu sudah sangat sering kita dengar.
Tapi mungkin selama ini belum ada yang menerangkan detail logika nalarnya... Dan kita hanya mengimani jorgan itu mentah2 berjamaah.... Tanpa tau makna sesungguhnya dibalik kalimat foilosofis tersebut.
Kalimat filosofis itu sebenarnya mengandung makna dari 2 sudut pandang (dimensi).
1. Dimensi jasmani
2. Dimensi Ruhani..
Kalimat itu bisa berarti kalimat jasmani, dan juga bisa berarti kalimat Ruhani.
Tetapi jangan coba2 mengartikan dengan ilmu akal (tanpa bashiroh batin), karena gak akan ketemu.
Artinya yang bisa menguraikan kalimat filosofis itu *HANYA ORANG2 YANG TELAH MELEWATI JEMBATAN SIROOTHOL MUSTAQIM* dan orang 2 yang telah menjangkau surga dan kesaksiannya di alam itu(Lewat jalan khusus Lil khusus).
Tasawwuf itu bukan ilmu cerita tasawwuf. ilmu Tasawwuf juga bukan *ILMU* tasawwuf.
tapi tasawwuf itu maqom dimensinya
(Mesti lewat pengalaman empiris langsung)
Tasawwufnya sendiri adalah alam kesaksian tentang apapun variabel 2 dari agama itu *AKAN DIALAMI DAN DIBUKTIKAN SENDIRI MELALUI PENGALAMAN EMPIRIS LANGSUNG*. jadi bukan ilmu katanya orang lain. Atau dari literasi orang lain. Tapi mesti *DIJANGKAUNYA SENDIRI*.
Maka yang belum pernah masuk surga, mending jangan coba-coba menafsirkan itu,..dikhawatirkan akan semakin terhijab. Terhijab akan akalnya sendiri dan ilmu pengetahuannya sendiri.
Menyampaikan kebenaran itu *MASIH DUSTA*. tetapi menyampaikan *KEBENARAN DENGAN ALAM DAN POTENSINYA ITULAH BAHASA2 MA'RIFAT YANG TURUN DARI KESAKSIAN JIWANYA DI ALAM ROH* itulah *AYAT2 HIDUP*
jadi bukan tentang sebuah teori. Bukan tentang benar2 an.. bukan pendapat, juga bukan bahan diskusi
Mari kita urai,....
Orang2 yang telah sampai di alam itu pastinya telah melewati *MATI BERKALI2*..
Dan kalimat hadis nabi tentang
*Tidak akan kalian temukan surga di akherat jika tidak kalian temukan surga didunia*.... tentunya itu *HANYA BISA DIJANGKAU ORANG2 KHUSUS YAITU LEWAT JALAN YANG SAMA YANG DILEWATI NABI MUHAMMAD*.
Beliau nabi sudah melihat surga DI ZAMAN 1.400 tahun lalu.... Bahkan menceritakan *KIAS ISI DIDALAMNYA* (bidadari dan taman2 surga)
artinya *SURGA ITU BUKAN MENUNGGU NANTI !!!!!!*
*SURGA ITU SUDAH ADA SEJAK ZAMAN NABI ADAM DIZAMAN DAHULU, DIZAMAN INI...JUGA ZAMAN YANG AKAN DATANG*
Yang mengira surga dan neraka itu nanti, *JELAS2 GAGAL PAHAM...*
walaupun disebutkan nabi memang serupa itu... Sebagai *HARI KEMUDIAN*....
*HARI KEMUDIAN* itu sebenarnya bukan hari esok.. tetapi hari yang sifatnya *DIMENSIONAL*.. artinya ada *DIMENSI ALAM DIBALIK DIMENSI DUNIA INI*.. yang apabila kita tidak keluar dari dimensi dunia ini, maka *GAK ADA CERITA HARI KEMUDIAN*...
*HARI KEMUDIAN* adalah hari2 dimana kalo kita bisa ketemu alam dibalik dimensi dunia ini. Yaitu lewat portal kematian.
Alam dunia, alam kubur, alam barzah, neraka ataupun surga, *SEMUANYA SUDAH ADA*. tetapi bagi yang tidak bisa *MENEMBUS KESANA, DILARANG PURA 2 TAU ATAU MEMBENARKANNYA. KARENA ITU BUKAN KAJIAN AKAL NYA*....
jangan latah seolah2 mengerti karena *GAK AKAN BISA DIMENGERTI.* Apalagi mau coba2 menjelaskannya..
Ini bukan tentang *TEORI*, tetapi tentang *RASA ROH, DIALAM ROH... TENTANG KESAKSIAN ROH... DI DIMENSI ROH.*
maka yang masih sebatas hanya memakai ilmu akal yang mau coba 2 mengurai itu, otomatis akan terbakar akalnya
(karena seluruh alam itu ternyata ada pada ruang vakum yang sama. Baik dunia,alam kubur, neraka atau surga, tempatnya SAMA)
Kami lanjutkan,....
Surga itu dalam 2 sudut pandang jasmani adalah
Sebagaimana dikisahkan, manusia ADAM diciptakan di kehidupan sebelumnya adalah surga.
Sebagai;
*TEMPAT AWAL KEJADIANMU*... atau *TEMPAT AWAL KEJADIAN MANUSIA*..
Dibawah telapak kaki ibu** itu adalah kalimat filosofis.
Dimana saat JASMANI MANUSIA KEMBALI KEPADA TANAH (IBU jasmani Mu... dibawah telapak kaki ibu).
Saat seluruh harga diri kita lenyap. Keakuan kita habis. Kita bisa merasakan ketiadaan walaupun kita *DIINJAK2, DILUDAHI, DIKENCINGI, DIHINA, DIBUANGI KOTORAN.. DAN TETAP BERMANFAAT BAGI SEMUA MAKHLUK*
(filosofi tanah).
Sedangkan kenapa dikalimat itu menyebut *IBU*, dikarenakan kelahiran kita adalah dari rahim ibu... Maka SAMBUNGAN RUHANI KITA ADA TERBIT DARIPADANYA... YANG ITU NANTI KITA AKAN MENGERTI SAAT KITA DILAHIRKAN KEMBALI *(BERLAWANAN ARAH)*
yang awalnya dilahirkan ke dunia sebagai *BAYI* jasmani oleh ibu... Sebagai manusia berjasmani.
Maka *SELANJUTNYA KITA AKAN DILAHIRKAN LAGI SEBAGAI RUHANI UNTUK KEMBALI PULANG KE ALAM RUHANI KITA MELALUI GURU RUHANI YANG #MELAHIRKAN RUHANI KITA*
2 kelahiran itu berlawanan arah.
Jika ibu melahirkan kita ke dunia... Sedangkan *GURU RUHANI MELAHIRKAN KITA DI ALAM ROH--UNTUK #KEMBALI KEHADIRAT ALLAH TA'ALA*
Maka yang bisa menjelaskan kalimat filosofis itu hanyalah *ORANG2 YANG BISA BERSAKSI AKAN HAL ITU SAJA..... ARTINYA ORANG2 YANG TELAH DIHIDUPKAN RUHANI NYA, YANG DIDUNIANYA KETEMU GURU WALIYYAM MURSYIDA*
Maka selanjutnya.. ROH kita akan melakukan perjalanan ruhani yang maha dahsyat... Melewati jembatan siroothol mustaqim yang beserta *GURU RASULULLOH/WALIYYAM MURSYIDA* tersebut.
Sampai pada suatu maqom.... Dimana kita pastinya akan melewati berkali2 mati, di dimensi yang berlapis2.
Sebagaimana alam jasmani yang berlapis2 akherat pun berlapis2.
Lapisan pertama itu kita akan memasuki *ALAM HENING BENING... DIMANA KITA AKAN KEMBALI KEPADA AWAL PENCIPTAAN.... DIPINTU GERBANG KELAHIRAN MANUSIA* (kita saat itu**).
Dan itu adalah *ADA DI ALAM KANDUNGAN* (RAHIM IBU).
itu adalah gerbang surga yang pertama..
Sedangkan diatasnya nanti akan ketemu alam SADARNYA ROH *YANG BERLAPIS2, DAN BERKALI2 MATI*... yang sebenarnya itu semua *ADA DI MASING2 DIMENSI YANG BERBEDA*. ADA....TIADA,.....ADA TIADA... ADA ....TIADA... demikian seterusnya. Kita akan mati berkali2.
Sampai roh kita naik terus (tidak hanya terhenti di gerbang rahim ibu saja).
Sampai kemudian *ROH KITA BERHAMPIRAN AKAN ARSY NYA ALLAH TA'ALA* (setelah melewati proses mati berkali2).
Dan tanda2 pada manusia itu adalah *SANGAT JELAS DAN TERANG BENDERANG*....
yaitu adab, Budi pekerti, dan prilakunya *PASTI AKAN MERENDAH.... SOPAN,.. MERUNDUK BAGAIKAN TANAH* (karena di tanah lah surga bagi alam jasmaninya) atau alam jasadnya/badan kasarnya.... Dari tanah kembali ke tanah.
Dia tidak ada rasa memusuhi, benci, iri, keburukan sifat tercela dll. (Semuanya akan baik !!!!!!).
Sedangkan *ROH* nya telah *BERHAMPIRAN akan Allah taala sebagai manusia ihsan* yang bertaqwa yang senantiasa *BERKEKALAN AKAN ALLAH DALAM QOLBU NYA*
Jasmani kembali ke asalnya jasmani...
Dan Ruhani akan kembali ke asalnya Ruhani
Jasmani kembali kepada sifat *TANAH*
dan Ruhani akan kembali kepada *YANG MAHA RUHANI* (ALLAH TAALA).
Jadi kalimat filosofis bahwa surga ada di telapak kaki ibu adalah kias bagi pelaku tasawwuf khusus Lil khusus yang melewati jembatan siroothol mustaqim yang mana *JASMANINYA* akan kembali kepada sifat telapak kaki (ibunya/asalnya/tanah)
Sedangkan *IBU* itu adalah kias yang mewakili asal kejadiannya.. maka Ruhani nya pun akan kembali kepada Allah yang maha Ruhani sebagai asal *PENCIPTAANNYA*..(melewati proses kelahiran Ruhani dengan arah kebalikan dari kelahiran jasmani)
Kelahiran Ruhani itu *HANYA BERLAKU BAGI ORANG2 YANG DI DUNIANYA DILAHIRKAN RUHANINYA OLEH GURU RUHANI WALIYYAM MURSYIDA*
Maka *BAGI YANG DI DUNIANYA TIDAK PERNAH KETEMU GURU WALIYAM MURSYIDA, MAKA MUSTAHIL AKAN KETEMU SURGA.* *KARENA JALAN PULANG KEMBALI KE ALAM ASAL KITA HANYALAH ADA PADA MANUSIA ITU ( Al Kahfi 17)*
Bahkan Allah sampaikan bahwa jika tidak dalam bimbingannya, maka dipastikan kita akan sesat karena akan dibimbing *SYETAN* (karena tidak bisa kembali ke alamat asalnya/sesat)
Maka yang tidak bisa kembali ke asal kejadiannya, mereka akan dihisab/diproses dengan proses yang teramat sangat pedihnya...(berlaku ayat selanjutnya) yaitu dijadikan ayat pelengkap kejadian manusia. Dari yang awalnya manusia diturunkan derajatnya menjadi dimensi alam lain dibawah manusia....(kapan2 akan kita ulas bagian ini**)
Dunia, alam kubur dan semua alam 2 AKHERAT yang dijanjikan itu sebenarnya *ADA PADA TEMPAT YANG SAMA.*
*BAHKAN ANTARA SURGA DAN NERAKA PUN TEMPAT YANG SAMA. JANGAN BAYANGKAN SURGA NERAKA ITU ADALAH 2 KAMAR BERBEDA....*
*SEMUANYA ITU ADA PADA RUANG VAKUM YANG SAMA, TETAPI DIMENSINYA SAJA YANG BERBEDA*.
*MAKA YANG BELUM BERIZKI TEMBUS KESANA, DIPASTIKAN KITA AKAN MENGALAMI PROSES MANUSIA UMUM, YANG MELEWATI DIMENSI ALAM YANG BERLANJUT SATU DEMI SATU..* sebagaimana diterangkan dalam kitab mushaf.
**Makanya Qur'an mushaf menerangkan surga dari 2 sudut pandang. Yaitu lewat jalan umum dan lewat *JEMBATAN SIROOTHOL MUSTAQIM*
*ITULAH KENAPA KITA YANG BELUM DILAHIRKAN DIDUNIA NYA KOK SUDAH ADA CATATAN AMALNYA DI LAUH MAHFUZ.* padahal kitanya belum lahir. Atau belum mati.
Karena ada rahasia hisab yang terjadi pada diri kita, di kehidupan sebelumnya.
Di alam roh tidak ada batasan ruang dan waktu... Maka gak mungkin ada ruang berbeda... Yang ada hanyalah ruang *HAMPA KOSONG YANG TIDAK TERBATAS DAN TIDAK TERDIFINISI. MAKA YANG BERLAKU HANYALAH DIMENSIONAL SAJA....* *BELAPIS2 ANTAR KEHIDUPAN DAN KEMATIAN... ITU SAJA.*
*HIDUP BERKALI2 DAN MATI BERKALI2*
Dan ternyata memang demikian adanya sebagaimana yang dijelaskan nabi Muhammad dan keterangan Qur'an mushaf.
Bahkan semua *DIFINISI* itu kan *HANYA ADA SAAT KITA ADA DI DUNIA INI SAJA... SEMUA GAMBARAN ITU KAN HANYA SAAT KITA DIDUNIA SAJA*
Sedangkan di alam ROH.... *YANG JIKA KITA BAYANGKAN TANPA MEMAKAI JASAD LAGI TENTUNYA AKAN SANHAT JAUH BERBEDA*
Dunia ini pun *AKAN LENYAP... SAAT KITA TIDUR*......semua akan hilang *TAK BERBEKAS*, saat kita hilang kesadaran akalnya...
Sedangkan *KESAKSIAN ROH ITU AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DIHADAPAN ALLAH.....*
Apakah dia bisa *MENYEMBAH dan BERIBADAH* atau akan *SESAT !!!!!*
Maka siap2 saja, yang didunianya tidak ketemu guru yang waliyyam mursyida, pastinya *GAK AKAN TAU JALAN PULANG KEMBALI. KARENA DIA TIDAK PERNAH MERASAKAN KELAHIRAN RUHANINYA KEMBALI. KELAHIRAN UNTUK MENUJU PULANG KEHADIRAT ALLAH TA'ALA*.
JIka dulunya kita pernah dilahirkan ke dunia ini sebagai turun maqom. Dari surga ke dunia..
Jika kita belum mengalami *KELAHIRAN KEMBALI DI ALAM RUHANI, SEDANGKAN JALAN PULANGNYA ADA DISITU, YA ALAMAT KITA AKAN GAK BISA PULANG.*..
*KELAHIRAN KEMBALI ITU ADANYA TERJADI SAAT KITA BAIAT MASUK TAREKAT. DIMANA DISAAT ITU KITA AKAN DITANAMKAN NUR IMAN DAN NUR KITAB*...(as syuura 52).
Artinya *TUAN2 JIKA TELAH KETEMU KELAHIRAN RUHANINYA ITU SEBENARNYA TELAH KETEMU JALAN UNTUK KEMBALI PULANG*
*DAN ITU ADALAH JALAN KONKRIT UNTUK MENYEMBAH DAN BERIBADAH*
Dikiaskan lewat jalur khusus yang dirupakan *JEMBATAN SIROOTHOL MUSTAQIM*.
*DISEBUT JEMBATAN KARENA SIFATNYA MEMOTONG KOMPAS PERJALANAN DIMENSIONALNYA*...
dan jalannya hanya itu saja..
Tidak ada jalan lain.
Pilihannya hanya itu...
Maka *JASMANI KEMBALI KE JASMANI (FOLOSOFI TANAH/TELAPAK KAKI IBU)*
*DAN RUHANI KEMBALI KEPADA ALLAH SETELAH MELEWATI KELAHIRAN KEMBALI MENUJU ALAM KEJADIAN AWALNYA*
Komentar
Posting Komentar